gudangpanas7
patner
Salam Crot
Toket Bohay BB17
Bugil Mania
CabeCabean
Gadis Bugil
Indonesia Nude
Indonesian Hottest
Occupy Fresno
Bad Joseph
Straight Naked
Certain Nut
Indonesian Hot Babe
Thai Hot
Toket Bohay
Indonesian Boobs
Funny Picture
Indonesian Beauty
Indonesian Girl
Indonesian Nude
18 Kutu Loncat
Atas Bawah Basah
Bebas Crot
Cinta Gila
Toge Crot
Toge Murah
Cari Uang Online
Kisah Misteri
Juragan Bulat
Juragan Mumut
Juragan Petot
Info Seputar Garut
Juragan Mumut
Tips Cantik Online
Gudang Lirik Lagu
Resep Masakan Juragan Gembul
Gudang Ilmu
You Body Health
Rabu, 11 Januari 2017
kppo
udara,bersamaan
dengan ayunan kedua lengan ke depan atas. Untuk mendapatkan tinggi
dan jauhnya lompatan harus meluruskan kaki tumpu selurus-lurusnya dan
secepat-cepatnya. Padawaktu naik, badan harus dapat ditahan dalam keadaan
rileks (tidak kaku) kemudianmelakukan gerakan-gerakan sikap tubuh di udara
(waktu melayang) inilah biasanya yang disebut gaya lompatan dalam lompat jauh.
Pada waktu di udara dengan sikap jongkok saat kakitolak menolakkan kaki pada
balok tumpuan, kaki diayunkan ke depan atas untuk
siiiisso
lebih
dominan.Pada waktu menumpu badan condong ke depan, titik berat badan harus
terletak agak kedepan, titik berat badan harus terletak agak ke depan. Titik
sumber tenaga, yaitu kaki tumpumenumpu secara tepat pada balok tumpu, segera
diikuti dengan gerakan kaki ayunkan kearah depan atas. Dengan sudut tolakan
berkisar antara 40 – 50 derajat.
2222222222222222222
aaaa
1)antara 30
sampai 40 meter. Latihan kecepatan awalan dapat dilakukan dengan
latihan-latihansprint 10 - 20 meter yang di lakukan berulang-ulang. Panjang
langkah, jumlah langkah, dankecepatan berlari dalam mengambil awalan harus
selalu sama. Menjelang tiga sampai empatlangkah sebelum balok tumpu, seorang
pelompat harus dapat berkonsentrasi untuk dapatmelakukan tumpuan dengan kuat.
Dengan catatan tanpa mengurangi kecepatan.
oiias
Perlengkapan yang diperlukan untuk
latihan lompat meraih sasaran di atas adalah bola digantung dengan
ketinggian semakin meningkat dari 175 cm, 180 cm, 185 cm, 190 cm,
195 cm dan 200 cm, adapun jarak antar bola digantung 4 meter dan jarak tumpuan
melompat dengan garis vertical bola digantung 1 meter.
F.Macam-macam gaya lompat jauh
A.Lompat
Jauh Gaya Jongkok (Gaya Orthodok)
sisu
ketinggian. Waktu melakukan tolakan tetap
memperhatikan ancang-ancang 3 langkah dan menumpu dengan satu kaki, jarak
tumpuan dengan garis vertical bola digantung 1 meter yang ditandai pada garis
batas tumpuan setiap bola digantung.
Pendaratan : mendarat dengan kedua kaki bersama-sama
posisi badan agak jongkok, lutut agak ditekuk dan tangan disamping badan. Lebih
jelasnya lihat Gambar 6.
b. Perlengkapan
niir
Adapun jarak antara rintangan 4 meter dan jarak
tumpuan dengan rintangan 1 meter.
2) Latihan
Lompat Meraih Sasaran di Atas
a. Pelaksanaan
Sikap awal : berdiri tegak di depan sasaran di atas
(bola digantung), jarak kira-kir 3 meter. Selanjutnya melakukan ancang-ancang
(run up) 3 langkah kemudian melompat kedua lengan naik ke atas meraih bola di
gantung dengan bertumpu pada satu kaki (kiri), begitu mendarat ancang-ancang
dan melompat lagi untuk meraih bola digantung yang kedua dan seterusnya yang
dilakukan sebanyak 5 kali secara berkesinambungan. Sikap setelah menumpu
mengayunkan lengan dan kaki yang mengayun ke atas untuk membantu menambah
tu
batas tumpuan. Sikap badan saat melompat di atas
rintangan, tangan digerakkan ke atas dan paha kaki digerakkan hingga
horizontal. Pendaratan : mendarat dengan kedua kaki bersama-sama, posisi kaki
renggang selebar bahu dan sedikit jongkok kepala tegak kedua lengan disamping
badan.
b. Perlengkapan
Perlengkapan yang diperlukan dalam latihan lompat
dengan rintangan adalah bilah sebagai rintangan yang tingginya semakin
meningkat dari 30 cm, 35 cm, 40 cm, 50 cm dan 55 cm.
norm
a. Pelaksanaan
Sikap awal : berdiri kira-kira 3
meter disisi depan rintangan, sikap badan tegak. Gerakkannya : dari
sikap awal ancang-ancang (run up) 3 langkah dilanjutkan menolak dengan kaki
satu sebagai kaki tumpu (kiri) melompat di atas rintangan mendarat dengan dua
kaki kemudian langsung melompat kerintangan kedua dan seterusnya. Gerakan
melompat dilakukan terus berkesinambungan antar rintangan dengan tetap
memperhatikan ancang-ancang (run up) 3 langkah, jarak tolakan kaki dengan
rintangan 1 meter dengan ditandai garis
posis
permainan dalam latihan yaitu
melakukan loncatan-loncatan dengan menyentuh suatu penentu selama mungkin
memegang teguh sikap tubuh bagian atas yang tegak, penentu arah selalu diambil
dari tempat pendaratan.
Dari pendapat beberapa ahli di
atas, latihan lompat yang peneliti maksud adalah latihan lompat dengan
rintangan yang tingginya semakin meningkat dan latihan lompat meraih
serangkaian sasaran atau serangkaian bola yang digantung dimana ketinggian bola
gantungnya semakin ditingkatkan. Adapun uraian latihan tersebut adalah sebagai
berikut :
1) Latihan
Lompat dengan Melompati Rintangan
jood
demikian anak-anak akan dapat melompat
lebih tinggi kedua kaki diangkat dan kedua lutut ditekuk. Disamping itu juga
bisa dengan jalan lain, untuk menolong ketinggian lompatan , dapat dibantu
dengan menggantungkan sebuah benda. Tinggi benda kira-kira tidak akan
terjangkau bila anak itu melompat.
Menurut Aip Syarifuddin (1992/1993 : 62) bahwa dalam membentuk
gerakan-gerakan dasar melompat dapat dilakukan dengan latihan diantaranya
lompat meraih suatu benda di atas dan lompat melewati temannya yang
merangkak. Gunter Bernhard (1993 : 86) berpendapat bahwa untuk
melatih lompat pada lompat jauh dengan melakukan bentuk-bentuk
joo
berapa kali latihan per hari atau berapa hari latihan
per minggu.
Dalam penelitian ini frekuensi latihan
yang dipakai adalah tiga kali per minggu selama enam minggu. Sehingga tidak
terjadi kelelahan yang kronis dengan lama latihan enam minggu tersebut.
E. Latihan
Lompat Dengan Melompati Rintangan dan Latihan Lompat Meraih Sasaran Di Atas
Untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai menurut
Gerry A. Carr (1997 : 141) dilatih dengan melompati rintangan dan menyundul
bola yang digantung dan dikatakan oleh Aip Syarifuddin (1992 : 10)
untuk mendapatkan lompatan yang tinggi dapat diberi rintangan kira-kira 25 cm
sampai 30 cm. Anak-anak melompati rintangan tersebut. Dengan jalan
kol
waktu
yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu elemen materi latihan
dengan elemen berikutnya. Menurut O’Shea yang dikutip oleh M. Sajoto (1988 :
48) mengatakan bila latihan lebih dari satu rangkaian, maka masa istirahat
dalam rangkaian adalah antara 1-2 menit. Menurut Bompa yang dikutip oleh M.
Sajoto (1988 : 33) mengatakan bahwa tes untuk mengevaluasi hasil latihan
kekuatan dapat dilaksanakan setelah antara 4-6 minggu dari suatu masa siklus
latihan makro. Frekuensi menurut Tohar (2004 : 55) adalah ulangan gerak
beberapa kali atlet harus melakukan gerakan setiap giliran. Frekuensi tinggi
berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. Frekuensi dapat juga
diartikan
owow
sebagai ukuran rangsangan motorik
dalam satu unit latihan. Intensitas menurut Tohar (2004 : 55) adalah takaran
yang menunjukkan kadar atau tingkat pengeluaran energi, alat dalam aktivitas
jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Intensitas latihan plaiometrik
dapat ditingkatkan dengan penambahan beban pada hal-hal tertentu dengan
peningkatan ketinggian rintangan-rintangan (bilah) untuk depth jump atau dengan
memperlebar jarak dalam longitudinal jump. Recovery dikatakan oleh
Tohar (2004 : 55) adalah
sisis
Selain keempat prinsip yang cukup mendasar untuk program latihan
menurut Tohar (2004 : 54) program latihan dapat diatur dan dikontrol dengan
cara memvariasikan beban latihan seperti volume,
intensitas, recovery dan frekuensi dalam suatu unit
program latihan harian. Volume menurut Depdikbud (1997 : 31) ialah
kuantitas beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak, jumlah
beberapa elemen jenis latihan, total waktu latihan, berat beban yang diangkat,
jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit
sus
cabang olahraga yang bersangkutan.
Seperti diketahui bahwa untuk mendapatkan hasil lompatan yang jauh dalam lompat
jauh perlu adanya bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai,
latihan tersebut dapat dilakukan baik dengan menggunakan alat atau tanpa alat.
Menggunakan alat dalam hal ini adalah latihan lompat dengan rintangan dan
latihan lompat meraih sasaran di atas.
nan
yang akan dicapai. Bila akan
meningkatkan kekuatan, maka program latihan harus memenuhi syarat untuk
tujuan meningkatkan kekuatan.
Program latihan dengan beban dalam beberapa hal
hendaknya bersifat khusus. Namun perlu memperhatikan pula gerak yang
dihasilkan, oleh karena itu latihan berbeban hendaknya dikaitkan dengan latihan
peningkatan ketrampilan motorik khusus. Dengan kata lain latihan
beban menuju peningkatan kekuatan, hendaknya diprogram yang menuju nomor-nomor
man
tertentu, otot belum merasakan lelah. Prinsip
penambahan beban demikian dinamakan prinsip penambahan beban secara progresif.
(M. Sajoto, 1988 : 115).
3) Prinsip
Urutan Pengaturan Suatu Latihan
Latihan berbeban hendaknya diatur sedemikian rupa
sehingga kelompok otot besar mendapat giliran latihan lebih dulu sebelum
latihan otot kecil. Hal ini perlu agar kelompok otot kecil
cak
tidak mengalami kelelahan terlebih dahuu, sebelum
kelompok otot mendapat giliran latihan pengaturan latihan hendaknya
diprogramkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi dua bagian otot dalam tubuh
yang sama mendapat dua giliran latihan secara berurutan (M. Sajoto,
1988 : 115)
4) Prinsip
Kekhususan Program Latihan
Menurut O’shea dalam bukunya M. Sajoto (1988 : 42)
menyatakan bahwa semua program latihan harus berdasarkan “SAID” yaitu Specific
Adaptation to Imposed Demands. Prinsip tersebut menyatakan bahwa latihan
hendaknya bersifat khusus, sesuai dengan sasaran
ojo
makin meningkat, serta diberikan secara bertahap dalam
jangka waktu tertentu. Apabila tidak diberikan secara bertahap, maka
komponen kekuatan tidak akan dapat mencapai tahap potensi sesuai fungsi
kekuatan secara maksimal.
2) Prinsip
Peningkatan Beban Terus Menerus
Otot yang menerima beban latihan lebih atau
overload kekuatannya akan bertambah dan apabila kekuatan bertambah, maka
program latihan berikutnya bila tidak ada penambahan beban, tidak lagi dapat
menambah kekuatan. Penambahan beban dalam jumlah repetisi
osos
Prinsip-Prinsip Latihan
1) Prinsip
Latihan Beban Bertambah ( Overload )
Untuk meningkatkan prestasi atlit prinsip overload
harus digunakan. Apabila atlet sudah merasa ringan pada beban yang diberikan
maka beban harus ditambah. Menurut M. Sajoto (1988 : 42) dengan
berprinsip pada overload, maka kelompok-kelompok otot akan bergabung
kekuatannya secara efektif dan akan merangsang penyesuaian
fisiologis dalam tubuh yang mendorong meningkatkan kekuatan otot.
Prinsip overload ini akan menjamin agar system di dalam tubuh yang menjalankan
latihan, mendapat tekanan beban yang besarnya
yguy
kelompok otot tertentu, ialah dengan
merenggangkan (memanjangkan) dahulu otot-otot tersebut
secara eksplosif atau meledak-ledak. Untuk melatih power otot
tungkai dimulai dengan gerakan tungkai kearah yang berlawanan (jongkok) yang
disebut sebagai fase pre-regang (pre-stretching phase), kemudian melompat
dengan kuat keatas. Setelah mendarat, tanpa adanya masa berhenti, kemudian
secepatnya melompat lagi sekuat tenaga keatas, sehingga seakan-akan mendarat
pada bara api (KONI, 2000: 27)
lksaj as
dari pendapat tersebut dapat disimpulkan
yaitu melakukan gerakan melompat dengan tumpuan satu kaki yang dilakukan secara
berulang-ulang dan setiap hari jumlah beban latihan ditambah.
Latihan lompat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah latihan lompat dengan
melompati rintangan dan lompat meraih sasaran di atas.
Latihan lompat adalah metode yang terbaik untuk meningkatkan power
maksimal pada otot tertentu. Cara yang paling baik untuk mengembangkan power
maksimal pada
;lmsa
D. Latihan
Lompat dan Prinsip-Prinsip Latihan
a. Pengertian
Latihan Lompat
Latihan adalah proses yang sistematis
daripada berlatih atau bekerja secara berulang-ulang dengan kian hari
kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya (Harsono, 1982
: 27). Lompat adalah istilah yang digunakan dalam cabang olahraga atletik,
yaitu melakukan tolakan dengan satu kaki, Aip Syarifuddin (1992 : 90).
Pengertian latihan lompat
awawawaw
mas
dengan kedua lutut ditekuk, berat
badan dibawa kedepan supaya tidak jatuh dibelakang, kepala ditundukkan, kedua
tangan ke depan (Aip Syarifuddin, 1992 : 95).
Gerakan mendarat dapat disimpulkan
sebagai berikut : sebelum kaki menyentuh pasir dengan kedua tumit, kedua kaki
dalam keadaan lurus ke depan, maka segara diikuti ayunan kedua lengan ke depan.
Gerakan tersebut dimaksudkan supaya secepat mungkin terjadi perpindahan posisi
titik berat badan yang semula berada di belakang kedua kaki berpindah ke
;lmsa
kaki.
Mendarat merupakan suatu gerakan terakhir dari rangkaian gerakan lompat jauh.
Sikap mendarat pada lompat jauh baik untuk lompat jauh gaya jongkok, gaya
menggantung maupun gaya jalan di udara adalah sama, yaitu : pada waktu akan
mendarat kedua kaki dibawa ke depan lurus dengan cara mengangkat
paha ke atas, badan dibungkukkan ke depan, kedua tangan ke depan, kemudian
mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu dan mengeper,
darat
Mendarat
Mendarat adalah sikap jatuh dengan
posisi kedua kaki menyentuh tanah secara bersama-sama dengan
lutut dibengkokkan dan mengeper sehingga memungkinkan jatuhnya badan
kearah depan. Seperti dikatakan Yusuf Adisasmita (1992 : 68) pada saat mendarat
titik berat badan harus dibawa kemuka dengan jalan membungkukkan badan hingga
lutut hampir merapat, dibantu pula dengan juluran tangan kemuka. Pada waktu
mendarat ini lutut dibengkokkan sehingga memungkinkan suatu momentum membawa
badan ke depan di atas
lksak
Pada prinsipnya sikap badan diudara
bertujuan untuk berada selama mungkin diudara menjaga keseimbangan tubuh dan
untuk mempersiapkan pendaratan. Sehubungan dengan itu diusahakan jangan sampai
menimbulkan perlambatan dari kecepatan yang telah dicapai. Dengan demikian
tubuh akan melayang lebih lama.
osas
Cara
melakukan lompat jauh gaya jongkok menurut Aip
Syarifuddin (1992 : 93) pada waktu lepas dari tanah (papan tolakan)
keadaan sikap badan di udara jongkok dengan jalan membulatkan
badan dengan kedua lutut ditekuk, kedua tangan ke depan. Pada waktu
akan mendarat kedua kaki dijulurkan ke depan kemudian mendarat pada kedua kaki
dengan bagian tumit lebih dahulu, kedua tangan ke depan.
osapas
waktu melayang di udara berprinsip
pada 3 hal sebagai berikut : 1) bergerak ke depan semakin cepat semakin baik:
2) menolak secara tepat dan kuat; 3) adapun gerakan yang dilakukan selama
melayang di udara tidak akan menambah kecepatan gerak selama melayang dan hanya
berperan untuk menjaga keseimbangan saja.
aso;m
Menurut
Engkos Kosasih (1985 : 67) sikap badan di udara adalah badan harus diusahakan
melayang selama mungkin di udara serta dalam keadaan seimbang. Dalam hal yang
sama Yusuf Adisasmita (1992 : 68) berpendapat bahwa pada waktu naik, badan
harus dapat ditahan dalam keadaan sikap tubuh untuk menjaga keseimbangan dan
untuk memungkinkan pendaratan lebih sempurna. Kalaupun mengadakan
gerak yang lain harus dijaga agar gerak selama melayang itu tidak menimbulkan
perlambatan. Pada lompat jauh
aijsip
Untuk itu, kecepatan lari awalan dan
kekuatan pada waktu menolak harus dilakukan oleh pelompat untuk mengetahui daya
tarik bumi tersebut. Dengan demikian jelas bahwa pada nomor lompat jauh
kecepatan dan kekuatan sangat besar pengaruhnya terhadap hasil tolakan. Tetapi,
dengan mengadakan suatu perbaikan bentuk dan cara-cara melompat serta mendarat,
maka akan memperbaiki hasil lompatan. Perubahan dan perbaikan bentuk tersebut
dinamakan “gaya lompatan” yang sifatnya individual. Pada nomor lompat
(khususnya lompat jauh) perubahan bentuk akan gaya-gaya lompatan itu
tidak akan mempengaruhi parabola dari titik berat badan, tetapi berguna untuk
menjaga keseimbangan serta pandaratan yang lebih baik.
;asm;msa
Dikatakan pula oleh Soegito
dkk (1994 : 146) cara bertumpu pada balok tumpuan harus dengan kuat, tumit
bertumpu lebih dahulu diteruskan dengan seluruh telapak kaki, pandangan mata
tetap lurus kedepan agak ke atas.
c. Melayang di
Udara
Sikap melayang adalah sikap setelah
gerakan lompatan dilakukan dan badan sudah terangkat tinggi keatas.
Menurut Aip Syarifuddin (1992 : 92/93) sikap dan gerakan badan di udara sangat
erat hubungannya dengan kecepatan awalan dan kekuatan tolakan.
Karena pada waktu pelompat lepas dari papan tolakan badan si pelompat akan
dipengaruhi oleh suatu kekuatan yaitu gaya gravitasi (gaya penarik bumi).
oas8
kerjanya Ligamenta iliofemoral.
Pada waktu menumpu seharusnya badan
sudah condong kedepan, titik berat badan harus terletak agak dimuka titik
sumber tenaga, yaitu kaki tumpu pada saat pelompat menumpu, letak titik berat
badan ditentukan oleh panjang langkah terakhirsebelum melompat (Yusuf Adisasmita,
1992 : 67-68).
Selasa, 10 Januari 2017
..sa
berikut :
untuk membantu tolakan ke atas, lengan harus diayun ke atas dan kaki yang
melangkah diayunkan setinggi mungkin (prinsipnya adalah bahwa
momentum dari bagian dipindahkan kepada keseluruhan). Ayunan kaki ke atas
mengunci sendi panggul karena
l;as
papan tolakan dengan kaki terkuat ke
atas (tinggi dan ke depan). Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa melakukan
tolakan berarti jarak merubah kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertical.
Mengenai tolakan, Soedarminto dan Soeparman (1993 :
360) mengemukakan sebagai
.kasas
Tumpuan atau Tolakan
Tumpuan atau tolakan adalah gerakan
menolak sekuat-kuatnya dengan kaki yang terkuat, yaitu meneruskan kecepatan
horizontal ke kekuatan vertical yang dilakukan secara cepat. Menurut
Engkos Kosasih (1985 : 67) tolakan yaitu menolak sekuat-kuatnya pada
ksa
menghentak-hentak (dinamis step).
Untuk itu dalam melakukan lari awalan, bukan hanya kecepatan lari saja yang
dibutuhkan, akan tetapi ketepatan langkah juga sangat dibutuhkan sebelum
melakukan tolakan.
jnasnas
kosasih
(1985 : 67) awalan harus dilakukan dengan secepat-cepatnya serta jangan merubah
langkah pada saat melompat. Menurut Aip
Syarifuddin (1992 : 91) agar dapat menghasilkan daya
tolakan yang besar, maka langkah dan awalan harus dilakukan dengan mantap dan
knsalksa
50 m; 2)
untuk putri antara 30 m sampai dengan 45 m. Akan tetapi di dalam pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar, terutama di SD hendaknya disesuaikan dengan
kemampuan anak-anak SD. Misalnya antara 15 m sampai 20 m atau antara 15 m
sampai 25 m. Menurut Engkos
/s/as
merupakan
gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan
melakukan tolakan (lompatan). Jarak awalan yang biasa dan umum digunakan oleh
para pelompat (atlet) dalam perlombaan lompat jauh adalah : 1) untuk putra
antara 40 m sampai
;sma
lompat jauh adalah sebagai berikut:
a. Awalan
Awalan adalah langkah utama
yang diperlukan oleh pelompat untuk memperoleh kecepatan pada waktu akan
melompat. Seperti dikatakan Aip Syarifuddin (1992 : 90) awalan
;lsa
C. Teknik
Lompat Jauh
Lompat jauh mempunyai empat fase gerakan, yaitu awalan, tolakan,
melayang dan mendarat serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara
gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang diudara. Uraian
mengenai keempat fase gerakan dalam
knasas
C. Teknik
Lompat Jauh
Lompat jauh mempunyai empat fase gerakan, yaitu awalan, tolakan,
melayang dan mendarat serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara
gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang diudara. Uraian
mengenai keempat fase gerakan dalam
;sa;lsa
Dari pendapat di atas dapat
dikatakan bahwa dalam lompat jauh terkandung unsur-unsur kondisi fisik yang
meliputi : kecepatan, tenaga ledak otot tungkai yang mengarah pada ketrampilan.
mask
unsur dalam mencapai prestasi lompat
jauh yang maksimal adalah: 1) faktor kondisi fisik terutama kecepatan tenaga
lompatan dan tujuan yang diarahkan pada ketrampilan, 2) faktor tehnik
ancang-ancang, persiapan dan perpindahan fase melayang dan pendaratan.
lm;sla
Untuk
memperoleh hasil yang optimal dalam lompat jauh
selain pelompat harus memiliki kondisi fisik yang baik, juga harus memahami dan
mengusai tehnik untuk melakukan gerakan lompat jauh tersebut.
Bernhard (1993 : 45) menyatakan bahwa unsur
;asms
tersebut pada prinsipnya sama. Salah
satu gaya yang digunakan dalam penelitian ini adalah gaya jongkok. Disebut gaya
jongkok karena gerak dan sikap sewaktu badan berada diudara seperti
orang jongkok ( Tamsir Riyadi, 1985: 98).
lksan
keadaan
sikap badan si pelompat pada waktu melayang di udara (Aip Syarifuddin, 1992 :
93). Jadi mengenai awalan tumpuan / tolakan dan cara melakukan
pendaratan dari ketiga gaya
666666
yaitu : awalan; tolakan; sikap badan
di udara; sikap badan pada waktu jatuh atau mendarat. Dalam hal yang sama Yusuf
Adisasmita (1992:65) berpendapat bahwa keempat unsur ini merupakan suatu
kesatuan, yaitu urutan gerakan lompat yang tidak terputus.
Langganan:
Postingan (Atom)
